
Suara Giri Menang – Progres penjualan tiket untuk ajang balap dunia bergengsi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika dilaporkan telah menembus angka 42 persen. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) bersama penyelenggara menyatakan sangat optimis target penonton tahun ini akan tercapai sepenuhnya sebelum balapan dimulai.
Berdasarkan laporan data terbaru dari Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) animo masyarakat menyambut balapan yang dijadwalkan berlangsung pada 9 – 10 Oktober 2026 tersebut menunjukkan tren yang sangat positif.
Wakil Gubernur, Indah Dhamayanti Putri, mengatakan penjualan tiket tahun ini jauh lebih awal dibandingkan tahun 2025 lalu. Tahun lalu, penjualan tiket dimulai H-1 bulan, sedangkan di tahun ini penjualan dimulai sejak H-3 bulan. “Tahun ini ada space waktu hampir 3 bulan yang kita harapkan mudah-mudahan tercapai penjualannya sebelum event ini terlaksana,” ujarnya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Demi mempercepat laju penjualan, penyelenggara masih terus menggencarkan berbagai program promosi, termasuk kebijakan diskon tiket hingga 50 persen khusus bagi masyarakat lokal yang memiliki KTP NTB.
Tahun ini, Pemprov menargetkan 140 ribu penonton MotoGP Mandalika. Untuk mencapai target tersebut, terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki agar MotoGP tahun ini lebih baik dibanding sebelumnya.
“Satu pasti soal penonton, tiket. Nah, karena lebih awal tiket MotoGP ini sudah di-publish. Maka mungkin akan lebih baik. Target kita memang 65 ribu penonton pada puncak. Jadi totalnya semuanya 3 hari, sekitar 140 ribu penonton lah,” ujarnya.
Kebijakan ini diharapkan mampu mendongkrak kehadiran penonton domestik untuk memberikan dukungan langsung kepada local heroes Indonesia, seperti Mario Aji dan Veda Ega Pratama, yang direncanakan ikut memeriahkan sesi Riders Parade di Kota Mataram.
Untuk membedakan event MotoGP tahun ini dengan tahun lalu, Pemprov NTB melakukan evaluasi total. Mulai dari UMKM, perbaikan akomodasi, side event, hingga infrastruktur yang sebagian sudah rusak di jalan Bypass Mandalika.
Tahun ini, MotoGP Mandalika akan menghadirkan siswa SMK dan pelaku pariwisata untuk meningkatkan gaung event tahunan di NTB tersebut. Termasuk juga menyiapkan konektivitas baik laut, darat, maupun udara.
Menghadirkan ratusan ribu penonton ke Pulau Lombok tentu menuntut kesiapan akses yang matang. Menanggapi lonjakan pemesanan tiket ini, pemerintah daerah bersama pemangku kebijakan terkait langsung memperkuat lini konektivitas.
Beberapa langkah strategis yang sedang berjalan meliputi, Penambahan Slot Penerbangan (Extra Flight) yakni Menambah jadwal penerbangan menuju Bandara Internasional Lombok guna mengantisipasi kedatangan wisatawan mancanegara dan domestik, Optimalisasi Jalur Laut yakni menyiapkan penyeberangan kapal cepat dan logistik yang lebih intensif dari Bali serta wilayah sekitar,
Adapun mengenai akomodasi, ia mengatakan pihaknya sudah melaporkan ke Gubernur Lalu Muhamad Iqbal untuk menyesuaikan tarif ambang atas hotel, baik hotel yang ada di ring satu yang ada di Kawasan Mandalika, ring dua di Kawasan Mataram, Senggigi, dan seterusnya.
Penataan Akomodasi yakni berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk membenahi tata kelola penginapan serta mengawal regulasi tarif ambang atas hotel agar tetap kompetitif.
“Kita akan pastikan dengan pihak PHRI, pihak pengelola-pengelola penginapan untuk lebih membenahi tata kelola akomodasi ini. Supaya tidak selalu menjadi isu ya,” katanya.
Menanggapi jadwal MotoGP Mandalika yang berdekatan dengan ajang Formula 1 (F1) Singapura, Umi Dinda mengaku tidak terlalu khawatir. Menurutnya, kedua ajang balap internasional tersebut memiliki segmen dan target pasar yang berbeda.
Dengan peluncuran tiket yang dilakukan lebih awal serta persiapan matang di sektor fasilitas dan transportasi, gelaran MotoGP Mandalika 2026 diproyeksikan akan jauh lebih ramai dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat NTB dibanding tahun-tahun sebelumnya. (Wni)
