
Suara Giri Menang – Manajemen Sirkuit Mandalika melakukan perombakan besar-besaran pada sistem manajemen penonton menjelang gelaran MotoGP 2026. Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) kini tengah fokus mematangkan digitalisasi tiket dan memperketat pintu masuk sirkuit demi mendongkrak kualitas pelayanan bagi para pencinta balap dunia.
Langkah ini diambil menyusul adanya catatan evaluasi dari event tahun sebelumnya mengenai celah manipulasi akses masuk. Guna mengantisipasi hal tersebut, pihak pengelola menerapkan mekanisme verifikasi dan validasi berlapis yang terintegrasi secara digital sejak tahap pembelian.
General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, menegaskan bahwa pengetatan ini dirancang untuk menyaring segala potensi kecurangan sejak dini. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak membeli tiket dari pihak ketiga atau calo.
“Kami menyarankan masyarakat membeli tiket melalui channel resmi yang telah disiapkan. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam memastikan proses booking berjalan dengan baik dan menghindari berbagai bentuk penyalahgunaan,” ujar Pari.
Pihaknya berharap perubahan ini dapat menciptakan customer journey yang jauh lebih nyaman dan berkesan bagi penonton, mulai dari pintu kedatangan hingga kembali pulang.
Di sisi lain, antusiasme tinggi tetap membayangi balapan tahun ini. Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, mengumumkan target ambisius dengan membidik 150 ribu penonton langsung di sirkuit. Angka tersebut merupakan jumlah maksimal yang disesuaikan dengan kapasitas tribun yang tersedia saat ini.
“Kalau saya maunya 200 ribu penonton, tetapi kapasitas tribun kita memang belum cukup untuk itu. Insya Allah tahun ini targetnya 150 ribu penonton,” ungkap Ananda.
Dengan perbaikan fasilitas tribun dan pengetatan sistem keamanan berlapis, Mandalika siap menyajikan pengalaman menonton ajang motorsport kelas dunia yang jauh lebih aman, tertib, dan nyaman bagi para penggemar dari seluruh dunia. (wni)
